Tampilkan postingan dengan label Seiyuu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seiyuu. Tampilkan semua postingan

19 Maret 2017

Inilah Para Pemenang Seiyuu Awards ke-11

Setelah setahun lebih sejak diselenggarakannya Seiyuu Awards ke-10, pada 18 Maret 2017 lalu, Seiyuu Awards ke-11 resmi diselenggarakan di JOQR Media Plus Hall, Tokyo. Seiyuu Awards adalah sebuah ajang terbesar untuk memberikan penghargaan kepada para pengisi suara atau seiyuu anime di Jepang yang diselenggarakan setiap tahunnya sejak 2007. Setelah Matsuoka Yoshitsugu dan Minase Inori memenangkan penghargaan seiyuu pria dan wanita terbaik di Seiyuu Awards ke-10, pada Seiyuu Awards ke-11 secara mengejutkan didominasi oleh duo seiyuu dari anime Kimi no Na wa. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah daftar para seiyuu yang memenangkan penghargaan di Seiyuu Awards ke-11:

Seiyuu Pria Terbaik:

Kamiki Ryuunosuke (Tachibana Taki dari Kimi no Na wa)


Seiyuu Wanita Terbaik:

Kamishiraishi Mone (Miyamizu Mitsuha dari Kimi no Na wa)


Seiyuu Pendukung Pria Terbaik:

Ootsuka Houchuu (Jiraiya dari Naruto)



Seiyuu Pendukung Wanita Terbaik:

Han Megumi (Adashino Benio dari Sousei no Onmyouji)



Seiyuu Pendatang Baru Pria Terbaik:

1. Itou Setsuo (Kageyama Shigeo dari Mob Psycho 100)


2. Uchida Yuuma (Ooga Kazuomi dari ReLIFE)


3. Kobayashi Yuusuke (Natsuki Subaru dari Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu)


 Seiyuu Pendatang Baru Wanita Terbaik:

1. Ozawa Ari (Usami Mizuki dari Kono Bijutsubu ni wa Mondai ga Aru!)


2. Senbongi Sayaka (Mumei dari Koutetsujou no Kabaneri)


3. Tanaka Minami (Katayama Minami dari Wake Up, Girls!)


Penyanyi Terbaik:

Aqours (Love Live! Sunshine!!)


Seiyuu dengan Personalitas Terbaik:

Hanae Natsuki (Makabe Masamune dari Masamune-kun no Revenge)


 Achievement Award:

1. Kobayashi Kiyoshi (Jigen Daisuke dari Lupin III)


2. Shimizu Mari (Atom dari Astro Boy)


3. Hori Junko (Hattori Kanzou dari Ninja Hattori-kun)


Synergy Award:

Kimi no Na wa.


Tomiyama Kei Award:

Nakao Ryuusei (Frieza dari Dragon Ball)


Takahashi Kazue Award:

Shimamoto Sumi (Otonashi Kyoko dari Maison Ikkoku)


Kids & Family Award:

Semua Seiyuu dari PET (The Secret Life of Pets)


Special Award:

Nounen Rena (Urano Suzu dari Kono Sekai no Katasumi ni)


Itulah nama para seiyuu yang berhasil memenangkan penghargaan di Seiyuu Awards ke-11. Awalnya saya mengekspektasikan Yoshimasa Hosoya dan Takahashi Rie atau Minase Inori keluar sebagai pemenang seiyuu pria dan wanita terbaik, namun ekspektasi saya salah karena yang memenangkannya adalah duo seiyuu dari anime yang memang sangat booming pada tahun lalu, yaitu Kimi no Na wa. Jadi tidak sabar dengan Seiyuu Awards ke-12, karena banyak seiyuu pendatang baru atau yang jarang terdengar namanya berhasil menjadi karakter utama di sebuah anime akhir-akhir ini.

11 Maret 2017

[Seiyuu Corner] Touyama Nao


Setelah beberapa waktu lalu sudah membahas salah satu seiyuu anime, Taneda Risa, kali ini saya akan membahas seiyuu anime lainnya. Seiyuu yang akan dibahas kali ini adalah seiyuu yang seringkali mendapatkan peran sebagai karakter wanita berambut pirang, yaitu Touyama Nao.

Touyama Nao adalah seorang perempuan kelahiran 11 Maret 1992 di Tokyo, Jepang. Seiyuu yang memiliki panggilan Nao-bou atau Touyaman ini pertama kali bekerja sebagai seiyuu dibawah naungan agensi Arts Vision (Hara Yumi, Fujita Saki, Umehara Yuuichirou) pada tahun 2010. Tidak lama setelah kelulusan perkuliahannya, Nao pindah pada tahun 2014 ke agensi INTENTION, sebuah agensi yang sama dengan Suzumura Kenichi dan Sakurai Takahiro.

Nao pertama kali mengetahui tentang seiyuu saat ia masih menduduki bangku kelas 2 SMP karena ada seorang temannya yang memiliki cita-cita menjadi seiyuu. Nao yang juga menyukai anime, merasa tertarik untuk mencoba masuk ke dalam dunia seiyuu. Dan saat SMA, Nao mulai bergabung ke Japan Narration Acting School Institute, sebuah institut atau sekolah terkenal untuk mempelajari akting di Jepang.


Nao memulai debutnya sebagai seiyuu saat memerankan karakter bernama Misa di anime OVA berjudul Hiyokoi pada tahun 2010. Di tahun yang sama, Nao langsung mendapatkan role penting perdananya dengan memerankan Nakagawa Kanon di anime The World God Only Knows. Berkat memerankan Kanon, nama dan suara Touyama Nao mulai terdengar di telinga otaku Jepang. Dan berkat memerankan Kanon juga, Nao berhasil menggelar konser pertamanya sebagai penyanyi anisong. Bisa dianggap kalau Kanon adalah peran paling berkesan di dalam pekerjaannya sebagai seiyuu.

Pada tahun 2015, Nao terpilih menjadi salah satu penyanyi di grup musik Q-MHz, grup yang dibentuk oleh 4 komposer terkenal, yaitu Aki Hata, orang yang sering menciptakan lirik dari lagu anime terutama semua lagu dari Love Live, Katsuhiko Kurosu, Tomokazu Tashiro, dan seorang bassist dari band Unison Square Garden, Tomoya Tabuchi. Di grup musik Q-MHz, Nao menjadi salah satu penyanyi bersama Komatsu Mikako, Konomi Suzuki, Nanjou Yoshino, dan LiSA. Nao juga memiliki unit seiyuu, yang paling terkenal adalah Rhodante* dari anime Kiniro Mosaic dan Walkure dari anime Macross Delta.


Selain itu, Nao juga merupakan salah satu seiyuu yang pintar berbahasa Inggris. Katanya sih ini dikarenakan ayahnya seringkali ke luar Jepang dan membuat Nao berbicara bahasa Inggris ketika mengobrol dengan ayahnya di rumah. Makanya tidak heran bahwa banyak karakter blasteran atau karakter yang berkaitan dengan bahasa Inggris yang diperankannya. Contohnya Kujou Karen dari Kiniro Mosaic dan Kongou dari Kantai Collection. Kalau ingin mendengar Nao berbicara bahasa Inggris dengan lancarnya, saya sarankan untuk menonton Kiniro Mosaic, karena karakteristik Kongou dari Kantai Collection hanya menggunakan bahasa Inggris dengan "konyol".

Hingga saat ini, Nao pun masih mendapatkan banyak peran seiyuu setiap musimnya. Jadi jangan heran kalau tiap musim merasa "Ah, suara dia lagi." toh dia memang berbakat dalam memainkan berbagai peran. Semoga tidak bosan ya.

Sekian untuk pembahasan seiyuu kali ini. Karena saya masih tertarik untuk menulis tentang seiyuu lainnya, kemungkinan Sakura Ayane atau Ichimichi Mao alias M.A.O menjadi pembahasan seiyuu selanjutnya.

10 Februari 2017

[Anisong Corner] TrySail


Akhir-akhir ini cukup banyak kemunculan grup idol seiyuu yang turut meramaikan bidang industri anime. Idol seiyuu biasanya ditugaskan untuk menyanyikan lagu pembuka atau penutup dari sebuah anime yang biasa disebut anisong. Grup idol seiyuu yang akan dibahas pada artikel ini adalah TrySail, sebuah grup idol seiyuu yang hingga saat ini sering terdengar, baik dari nama maupun lagunya di beberapa anime musiman.

TrySail merupakan sebuah grup idol seiyuu yang dibentuk pada akhir tahun 2014 oleh agensi Music Ray'n. TrySail beranggotakan 3 seiyuu yang juga bekerja dibawah naungan agensi Music Ray'n, yaitu Amamiya Sora, Asakura Momo, dan Natsukawa Shiina.

Berikut adalah major seiyuu roles dari member TrySail:
  • ‌Amamiya Sora: Aqua dari Konosuba dan Kirishima Touka dari Tokyo Ghoul.
  • Asakura Momo: Otosaka Ayumi dari Charlotte dan Setoguchi Hina dari Suki ni Naru Shunkan wo.
  • Natsukawa Shiina: Misaki Akeno dari Haifuri dan Kusakabe Yuki dari Demi-chan wa Kataritai.

Sebelum terbentuknya TrySail, para member grup idol seiyuu tersebut mengikuti Super Seiyuu Audition kedua yang diadakan oleh Music Ray'n pada tahun 2011 yang bertujuan mengadakan debut untuk generasi idol seiyuu selanjutnya yang akan menjadi suksesor Sphere, grup idol seiyuu yang beranggotakan 4 seiyuu yang memenangkan Super Seiyuu Audition edisi pertama. Pada akhirnya, 3 seiyuu bernama Amamiya Sora, Asakura Momo, dan Natsukawa Shiina yang berhasil keluar menjadi pemenang Super Seiyuu Audition kedua. Setelah itu, mereka memiliki program radio internet bernama "TRYangle Harmony" yang memiliki jadwal penyiaran setiap Selasa malam. Karena penyiaran radionya bisa dibilang cukup sukses, mereka resmi merilis 3 buah fandisk pada Januari 2014.

Tidak hanya sampai di sana, pada bulan Juli di tahun yang sama, mereka bertiga mengadakan sebuah event jumpa fans yang pertama di Nippon Seinenkan. Pada akhir tahun 2014 dan di tempat yang sama juga, mereka mengadakan event jumpa fans yang kedua. Pada event inilah mereka resmi mengumumkan debut mereka di dunia musik Jepang dan juga mengumumkan nama resmi dari grup mereka bertiga, yaitu TrySail. Sama seperti grup idol seiyuu pendahulunya, Sphere, nama TrySail juga diambil dari sebuah objek geometris.

Pada tahun selanjutnya, lagu single pertama TrySail berjudul "Youthful Dreamer" menjadi lagu pertama yang digunakan pada lagu tema anime. Lagu tersebut merupakan lagu opening pertama dari anime Denpa Kyoushi yang memulai penayangannya pada April 2015. Lagu tersebut sukses menempati urutan 12 di tangga lagu mingguan Oricon, dan berhasil melampaui pencapaian dari penjualan single pertama Sphere.


TrySail mengadakan konser perdananya yang bertajuk "Sail Out!!!" pada 23 Mei 2015 di Pacifico Yokohama. Berkat konser yang katanya cukup sukses tersebut, TrySail langsung diundang menjadi tamu di sebuah event anisong terbesar, yaitu Animelo Summer Live 2015 di Saitama Super Arena. TrySail melakukan perform pada hari ketiga Animelo Summer Live 2015 hanya dengan membawakan satu lagu berjudul "Youthful Dreamer"Berkat kesuksesan di konser sebelumnya, TrySail kembali mengadakan konser pada tahun 2016. Konser tersebut kali ini diadakan sebanyak 2 kali, yaitu konser bertajuk "Smooth Sailing" pada tanggal 6 Juni 2016 di Pacifico Yokohama dan "Headwind Sailing" pada tanggal 18 Juni 2016 di Tokyo International Forum Hall.

Setelah event tersebut, nama TrySail mulai terkenal di kalangan para otaku. Dan puncaknya adalah pada saat TrySail memenangkan penghargaan pada nominasi lagu tema anime terbaik tahun 2016 versi majalah Newtype yang dipilih oleh fans melalui polling online. Lagu tersebut berjudul "High Free Spirits" yang menjadi lagu opening dari anime Haifuri (High School Fleet). Lagu tersebut juga berhasil mengalahkan lagu milik Radwimps berjudul "Zen-Zen-Zense" yang menjadi lagu tema dari anime Kimi no Na wa dan lagu milik EGOIST berjudul "KABANERI OF THE IRON FORTRESS" yang menjadi lagu opening anime Koutetsujou no Kabaneri. Ya walaupun ini versi polling online dari majalah Newtype, menurut saya itu pencapaian yang sangat baik karena berhasil mengalahkan 2 lagu yang sangat bagus tersebut.

TrySail resmi merilis album pertamanya yang berjudul "Sail Canvas" pada Mei 2015. Album tersebut memiliki 12 jumlah lagu Pada akhir tahun 2016, TrySail resmi merilis single kolaborasi dengan HoneyWorks yang berjudul "Senpai", lagu yang dijadikan lagu opening tema dari anime movie berjudul Suki ni Naru Sono Shunkan wo.: Kokuhaku Jikkou Inkai. Dan lagi, pada awal Februari 2017, TrySail merilis single terbarunya yang berjudul "Original." dan menjadi lagu opening dari salah satu anime winter 2017, Demi-chan wa Kataritai.


TrySail juga dijadwalkan melakukan tur konser pertama yang bertajuk "The Age of Discovery" di 8 daerah berbeda. Konser pertama dimulai pada tanggal 6 November 2016 di Omiya dan berakhir pada tanggal 26 Februari 2017 di Yokohama.

Dengan lagu-lagunya yang semakin bagus, kini banyak penggemarnya termasuk saya yang berharap agar TrySail tetap konsisten meramaikan dunia anisong yang persaingannya tidaklah mudah. Omong-omong, dari ketiga member TrySail tersebut, siapakah yang paling menarik perhatianmu?



Referensi Artikel: Website TrySail, Generasia

8 Februari 2017

[Seiyuu Corner] Taneda Risa



Tahu Miyazono Kaori? atau mungkin tahu Nakiri Erina? Ya, keduanya merupakan karakter utama dari anime Shigatsu wa Kimi no Uso dan Shokugeki no Souma. Tidak banyak yang sadar bahwa suara kedua karakter tersebut diisi oleh seiyuu yang sama, yaitu Taneda Risa. Nah, pada artikel ini, saya akan membahas tentang seiyuu yang cantik tersebut.

Taneda Risa atau yang biasa disapa Tane-chan merupakan seorang seiyuu wanita kelahiran Tokyo, 12 Juli 1988. Tane-chan awalnya mengenal pekerjaan seiyuu dari sebuah siaran radio favoritnya dan sejak itulah ia mulai tertarik dengan dunia seiyuu. Tane-chan sendiri awalnya berencana untuk menjadi seiyuu sejak remaja, namun ia dilarang untuk bekerja di dunia hiburan selama masa SMA dan kuliah.

Saat memulai debut menjadi seiyuu, Tane-chan bukan berperan sebagai support ataupun main character, melainkan menjadi narator dalam sebuah anime movie pendek, Sakura no Ondo pada tahun 2011. Sebagai seiyuu, saat ini Tane-chan bekerja dibawah naungan agensi Office Osawa, sebuah agensi dimana Hanazawa Kana, Iguchi Yuka, dan Noto Mamiko ditempatkan.

Pada tahun 2012, Tane-chan mendapatkan peran menjadi karakter utama dalam anime Shinsekai Yori sebagai Watanabe Saki, sebuah peran yang menurutnya paling berkesan dalam karirnya. Sebelum memerankan karakter tersebut, nama Tane-chan bisa dibilang belum dikenal oleh otaku di sana. Tapi setelah memerankannya, Tane-chan mulai terkenal dan tak tanggung-tanggung, di tahun berikutnya dia kebanjiran job menjadi karakter utama di anime Kyoukai no Kanata, High School DxD New, Kin-iro Mosaic, Yuyushiki, dan Strike the Blood.



Bila mengkaitkan Tane-chan dengan Kyoukai no Kanata dan Strike the Blood, pasti teringat "Fuyukai desu!"-nya Kuriyama Mirai dan "Iie Senpai"-nya Himeragi Yukina. Jujur, itu annoying, tapi entah kenapa saya tetap suka. Hingga tahun 2016, Tane-chan sangat banyak mendapatkan tawaran menjadi seiyuu untuk memerankan karakter utama. Mulai dari memerankan Tedeza Rize di Gochiusa, Miyazono Kaori di Shigatsu wa Kimi no Uso, Rory Mercury di GATE, hingga Nakiri Erina di Shokugeki no Souma. Kepribadian dari para karakter yang disebut di atas bisa dibilang berbeda-beda, namun Tane-chan bisa melakukannya dengan baik.

Selain menjadi seiyuu, Tane-chan juga berkarir menjadi penyanyi anisong. Sudah cukup banyak anisong yang ia nyanyikan selama karirnya menjadi seiyuu. Tane-chan juga memiliki beberapa unit seiyuu, yaitu Rhodante* dari anime Kiniro Mosaic dan Petit Rabbit's dari anime Gochiusa.

Jauh sebelum mengenal tentang seiyuu, Tane-chan merupakan seseorang yang mempunyai bakat dalam menggambar dan bahkan sudah mempunyai sertifikat mengajar seni untuk SMP dan SMA. Andai saja Tane-chan tidak menjadi seiyuu, mungkin dia sekarang bekerja menjadi pengajar seni.


Taneda Risa dan Yamaoka Yuri saat di London, Inggris.
Di luar pekerjaannya menjadi seiyuu, Tane-chan adalah seorang yang berkepribadian kalem dan suka menghabiskan waktunya di rumah saat akhir pekan. Terkadang, ia juga berpergian dengan temannya yang juga seorang seiyuu, yaitu Yamaoka Yuri. Bahkan mereka berdua juga pernah pergi ke London bersama-sama.

Walaupun kini umurnya sudah ingin menginjak usia 29 tahun, masih belum ada rumor yang menyatakan bahwa Tane-chan memiliki seorang kekasih. Ada sebuah pernyataan dari kutipan interview bahwa fetish-nya Tane-chan adalah cowok gentle berkacamata. Yang pasti bukan yang kayak saya maupun pembaca artikel ini ya.

Pada September 2016, secara mendadak Tane-chan memutuskan untuk mengambil masa hiatus dari pekerjaan seiyuu karena harus melakukan penanganan medis. Hingga saat ini masih belum diketahui jenis penyakitnya, tapi ada kabar bahwa Tane-chan sering mendapatkan penanganan medis karena penyakit yang sama saat aktif menjadi seiyuu. Semoga saja penyakitnya tidak parah dan segera lekas sembuh supaya bisa kembali melanjutkan pekerjaannya menjadi seiyuu yang sudah lama tidak terdengar di anime musiman.

15 Januari 2017

Definisi, Sejarah, Pendidikan, dan Pekerjaan Seiyuu


Di balik suksesnya sebuah anime, tak luput kontribusi dari seorang seiyuu yang turut serta di dalamnya. Tanpa ada seiyuu, anime hanyalah sebuah gambar bergerak yang memiliki cerita dan efek suara. Peran seiyuu juga sangat penting untuk memunculkan emosi dari sebuah karakter. Karena itu, kali ini saya akan membahas tentang sebuah pekerjaan yang sangat penting dalam dunia animasi Jepang dan juga akan menjadi artikel pembuka sebelum membahas tentang para seiyuu.

Seiyuu (声優) adalah sebutan untuk pengisi atau aktor suara di Jepang. Kata "seiyuu" terbagi dari dua huruf kanji, yaitu "sei" () yang bisa dibaca "koe" yang berarti "suara" dan "yuu" () yang berasal dari kata "haiyuu" (俳優) yang berarti aktor/aktris. Seiyuu pada umumnya bertugas untuk mengisi suara dari sebuah karakter di dalam sebuah anime, video game, dan lain-lainnya.

Sejarah Seiyuu

Sejarah dunia seiyuu di Jepang bermula dengan mengudaranya stasiun radio Biro Penyiaran Tokyo (NHK) pada tahun 1925. Pada tahun tersebut, ada 12 siswa yang terpilih untuk bersandiwara di radio. Setelah lulus, mereka terpilih menjadi "seiyuu" generasi pertama dan surat kabar di Jepang menyebut mereka sebagai radio yakusha yang berarti aktor radio.

Menurut data yang saya dapat, Tokusaburou Kobayashi yang saat itu menjadi wartawan dari Yomiuri Shinbun adalah orang pertama yang menciptakan istilah "seiyuu". Sebelum ada televisi, istilah "seiyuu" hanya digunakan untuk pemain sandiwara radio dari stasiun-stasiun radio Jepang. Namun setelah dimulainya era televisi, istilah tersebut lebih umum dipakai untuk aktor yang melakukan sulih suara (dubbing) atau mengisi suara pada anime.

Pada tahun 1933, animasi berbentuk film bersuara muncul untuk pertama kalinya yang berjudul Chikara to Onna no yononaka. Animasi tersebut memiliki durasi pendek dan diisi oleh pengisi suara yang merupakan aktor terkenal.

Pendidikan Seiyuu


Untuk lulusan Sekolah Menengah Atas, bila berminat untuk menjadi seiyuu di Jepang, bisa mengikuti kuliah pada jurusan drama yang diadakan di akademi, universitas, atau sekolah kejuruan. Lama pendidikan untuk menjadi seiyuu kira-kira satu tahun lebih (minimal 800 jam pelajaran) bila di lembaga pendidikan yang memiliki akreditasi yang bagus.

Kurikulum di sekolah kejuruan bersifat umum, mulai dari dasar akting hingga melakukan praktiknya. Calon seiyuu di sekolah kejuruan tidak hanya belajar di bidang khusus pengisi suara, tapi juga bisa belajar di bidang yang mendidik narator, penyiar, hingga staf produksi anime (untuk ini tergantung dari sekolah kejuruan yang memiliki jurusan tersebut atau tidak). Tidak seperti di akademi atau sekolah kejuruan, pada kursus swasta, pendidikannya tidak seberat yang ada di akademi dan sekolah kejuruan. Biaya untuk kursus swasta juga lebih murah dan tidak memerlukan ujian masuk untuk murid baru.


Untuk menjadi seiyuu, bisa juga tanpa memerlukan pendidikan dengan cara melamar langsung ke pusat pelatihan milik kelompok teater di Jepang. Tapi, untuk terpilih menjadi siswa harus mengikuti ujian masuk yang sangat kompetitif. Hal ini dikarenakan harus bersaing dengan para lulusan dari akademi maupun sekolah kejuruan. Bila bakat yang dimiliki kurang, sudah dipastikan akan tersisih oleh yang memiliki bakat berkat pengalaman pendidikan. Oleh karena itu, mau tidak mau harus mengambil pendidikan seiyuu di akademi dan sekolah kejuruan bila ingin menjadi seiyuu yang profesional.

Pekerjaan Seiyuu

Sebelum menentukan pemilihan pengisi suara untuk sebuah karakter pada anime yang sedang dalam proses pembuatan, para seiyuu harus melakukan audisi agar produser bisa memilih seiyuu yang cocok dengan karakteristik suara pada sebuah karakter tersebut. Seiyuu juga diharuskan untuk bisa memerankan karakter dari berbagai usia, laki-laki atau perempuan, bayi atau anak-anak, orang lanjut usia, hingga suara hewan dan benda seperti mesin.

Proses afureko
Proses pengisian suara pada anime biasa disebut afureko (after recording). Proses ini dilakukan dengan cara dialog direkam sambil melihat percakapan karakter yang tampil di layar. Ada juga proses pengisian suara yang disebut puresuko (pre-scoring), yaitu seiyuu merekam suara di depan layar yang kosong atau dengan gambar yang masih dalam bentuk sketsa dari anime yang sedang diproduksi. Untuk proses dubbing film impor, prosesnya disebut atereko (ateru recording, "ateru" memiliki arti "menempelkan"). Pada proses ini seiyuu harus menyesuaikan dialog dengan mengikuti gerakan bibir dari aktor di layar.

Proses rekaman untuk film cerita yang berdurasi 2 jam biasanya memakan waktu sekitar 7 hingga 8 jam. Pada proses rekaman suara untuk video game juga berbeda dengan perekaman pada anime atau film, karena rekaman suara pada video game berurutan sesuai jalan pada permainannya. Terkadang seorang seiyuu juga harus menjalani proses rekaman suara seorang diri tanpa adanya lawan dialog.

Calon seiyuu yang berolahraga menandakan bahwa pekerjaan seiyuu tidaklah mudah
Banyak seiyuu yang saat ini memiliki pekerjaan lainnya selain menjadi pengisi suara, yaitu ada yang merilis album sebagai penyanyi J-pop, penyiar radio, aktor drama Jepang, hingga model gravure. Mengapa banyak seiyuu yang melakukan hal itu? Hal ini mungkin disebabkan oleh beratnya persaingan yang ada di dalam dunia seiyuu. Saya juga pernah membaca artikel bahwa dari ratusan ribu orang yang ingin menjadi seiyuu, yang terpilih hanya ribuan, dan hanya ratusan yang bisa menjadi seiyuu profesional. Sangat berat, bukan?