8 Februari 2017

[Seiyuu Corner] Taneda Risa



Tahu Miyazono Kaori? atau mungkin tahu Nakiri Erina? Ya, keduanya merupakan karakter utama dari anime Shigatsu wa Kimi no Uso dan Shokugeki no Souma. Tidak banyak yang sadar bahwa suara kedua karakter tersebut diisi oleh seiyuu yang sama, yaitu Taneda Risa. Nah, pada artikel ini, saya akan membahas tentang seiyuu yang cantik tersebut.

Taneda Risa atau yang biasa disapa Tane-chan merupakan seorang seiyuu wanita kelahiran Tokyo, 12 Juli 1988. Tane-chan awalnya mengenal pekerjaan seiyuu dari sebuah siaran radio favoritnya dan sejak itulah ia mulai tertarik dengan dunia seiyuu. Tane-chan sendiri awalnya berencana untuk menjadi seiyuu sejak remaja, namun ia dilarang untuk bekerja di dunia hiburan selama masa SMA dan kuliah.

Saat memulai debut menjadi seiyuu, Tane-chan bukan berperan sebagai support ataupun main character, melainkan menjadi narator dalam sebuah anime movie pendek, Sakura no Ondo pada tahun 2011. Sebagai seiyuu, saat ini Tane-chan bekerja dibawah naungan agensi Office Osawa, sebuah agensi dimana Hanazawa Kana, Iguchi Yuka, dan Noto Mamiko ditempatkan.

Pada tahun 2012, Tane-chan mendapatkan peran menjadi karakter utama dalam anime Shinsekai Yori sebagai Watanabe Saki, sebuah peran yang menurutnya paling berkesan dalam karirnya. Sebelum memerankan karakter tersebut, nama Tane-chan bisa dibilang belum dikenal oleh otaku di sana. Tapi setelah memerankannya, Tane-chan mulai terkenal dan tak tanggung-tanggung, di tahun berikutnya dia kebanjiran job menjadi karakter utama di anime Kyoukai no Kanata, High School DxD New, Kin-iro Mosaic, Yuyushiki, dan Strike the Blood.



Bila mengkaitkan Tane-chan dengan Kyoukai no Kanata dan Strike the Blood, pasti teringat "Fuyukai desu!"-nya Kuriyama Mirai dan "Iie Senpai"-nya Himeragi Yukina. Jujur, itu annoying, tapi entah kenapa saya tetap suka. Hingga tahun 2016, Tane-chan sangat banyak mendapatkan tawaran menjadi seiyuu untuk memerankan karakter utama. Mulai dari memerankan Tedeza Rize di Gochiusa, Miyazono Kaori di Shigatsu wa Kimi no Uso, Rory Mercury di GATE, hingga Nakiri Erina di Shokugeki no Souma. Kepribadian dari para karakter yang disebut di atas bisa dibilang berbeda-beda, namun Tane-chan bisa melakukannya dengan baik.

Selain menjadi seiyuu, Tane-chan juga berkarir menjadi penyanyi anisong. Sudah cukup banyak anisong yang ia nyanyikan selama karirnya menjadi seiyuu. Tane-chan juga memiliki beberapa unit seiyuu, yaitu Rhodante* dari anime Kiniro Mosaic dan Petit Rabbit's dari anime Gochiusa.

Jauh sebelum mengenal tentang seiyuu, Tane-chan merupakan seseorang yang mempunyai bakat dalam menggambar dan bahkan sudah mempunyai sertifikat mengajar seni untuk SMP dan SMA. Andai saja Tane-chan tidak menjadi seiyuu, mungkin dia sekarang bekerja menjadi pengajar seni.


Taneda Risa dan Yamaoka Yuri saat di London, Inggris.
Di luar pekerjaannya menjadi seiyuu, Tane-chan adalah seorang yang berkepribadian kalem dan suka menghabiskan waktunya di rumah saat akhir pekan. Terkadang, ia juga berpergian dengan temannya yang juga seorang seiyuu, yaitu Yamaoka Yuri. Bahkan mereka berdua juga pernah pergi ke London bersama-sama.

Walaupun kini umurnya sudah ingin menginjak usia 29 tahun, masih belum ada rumor yang menyatakan bahwa Tane-chan memiliki seorang kekasih. Ada sebuah pernyataan dari kutipan interview bahwa fetish-nya Tane-chan adalah cowok gentle berkacamata. Yang pasti bukan yang kayak saya maupun pembaca artikel ini ya.

Pada September 2016, secara mendadak Tane-chan memutuskan untuk mengambil masa hiatus dari pekerjaan seiyuu karena harus melakukan penanganan medis. Hingga saat ini masih belum diketahui jenis penyakitnya, tapi ada kabar bahwa Tane-chan sering mendapatkan penanganan medis karena penyakit yang sama saat aktif menjadi seiyuu. Semoga saja penyakitnya tidak parah dan segera lekas sembuh supaya bisa kembali melanjutkan pekerjaannya menjadi seiyuu yang sudah lama tidak terdengar di anime musiman.

27 Januari 2017

Arc dan Urutan Anime Monogatari Series


Tidak sedikit orang yang ingin menonton anime Monogatari Series tapi kebingungan soal urutan yang harus ditonton. Selain ribet soal urutan, tidak sedikit juga orang yang menganggap anime ini membosankan karena lebih banyak berdialog atau monolog dibanding aksinya. Namun cukup banyak juga orang yang menganggap anime ini merupakan salah satu anime terbaik. Dengan cerita yang cukup rumit untuk dipahami dan animasi 'unik' yang diproduksi studio Shaft, membuat banyak orang yang menganggap anime ini menarik untuk ditonton, termasuk saya salah satunya.

Monogatari Series sendiri menceritakan tentang Araragi Koyomi, seorang laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas sekaligus seorang manusia setengah vampir. Oke cukup sampai sini saja soal pembahasan ceritanya, sisanya silakan ditonton sendiri.

Saatnya kembali ke inti artikel ini. Untuk urutan anime ini, menurut saya nih ya, anime ini bisa diurutkan dengan dua cara, yaitu menurut tanggal rilis anime dan menurut alur cerita. Tapi, sebelum itu ada baiknya untuk memberikan sedikit penjelasan isi atau arc dari setiap seri anime Monogatari Series.

1. Bakemonogatari

Anime Bakemonogatari memiliki jumlah 15 episode dan ceritanya memiliki 5 arc di dalamnya, yaitu:
  • ‌Hitagi Crab
  • ‌Mayoi Snail
  • ‌Suruga Monkey
  • ‌Nadeko Snake
  • ‌Tsubasa Cat
2. Nisemonogatari

Anime Nisemonogatari memiliki jumlah 12 episode dan hanya memiliki 2 arc, yaitu:
  • ‌Karen Bee
  • ‌Tsukihi Phoenix
3. Nekomonogatari: Kuro

Anime ini hanya memiliki 4 episode dimana ini merupakan arc penting dari Hanekawa Tsubasa yang berjudul "Tsubasa Family."

4. Monogatari Series: Second Season

Anime ini memiliki jumlah 26 episode dengan 5 arc di dalamnya, yaitu:
  • ‌Tsubasa Tiger (Nekomonogatari: Shiro)
  • ‌Mayoi Jiangshi (Kabukimonogatari)
  • ‌Nadeko Medusa (Otorimonogatari)
  • ‌Shinobu Time (Onimonogatari)
  • ‌Hitagi End (Koimonogatari)
5. Hanamonogatari

Anime ini hanya memiliki 5 episode dan cerita berfokus kepada Kanbaru Suruga dengan judul arc "Suruga Devil."

6. Tsukimonogatari

Tsukimonogatari merupakan anime pertama yang diadaptasi dari Light Novel Monogatari Final Season dan memiliki cerita yang berfokus kepada Ononoki Yotsugi. Anime ini hanya memiliki 4 episode dengan 1 arc berjudul "Yotsugi Doll."

7. Owarimonogatari

Anime ini memiliki jumlah 12 episode dengan 4 arc di dalamnya, yaitu:
  • ‌Ougi Formula
  • ‌Sodachi Riddle
  • ‌Sodachi Lost
  • ‌Shinobu Mail
8. Kizumonogatari

Berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya, anime Kizumonogatari hadir dalam bentuk movie yang terbagi menjadi 3 arc, yaitu:
  • ‌Tekketsu-hen
  • ‌Nekketsu-hen
  • ‌Reiketsu-hen
9. Koyomimonogatari

Anime berjenis ONA ini memiliki 12 episode dengan durasi 14 menit per episodenya. Koyomimonogatari memiliki 11 arc berbeda, tapi 10 arc awal tidaklah terlalu penting karena itu bisa dibilang epilog dari setiap arc Bakemonogatari dan Nisemonogatari. 1 arc lainnya, yaitu 2 episode terakhir dari anime Koyomimonogatari merupakan arc penting sebagai lanjutan atau penyambung cerita untuk Owarimonogatari.

10. Owarimonogatari 2nd Season

Anime ini memiliki jumlah 7 episode dengan 3 arc di dalamnya, yaitu:
  • Mayoi Hell
  • Hitagi Rendezvous
  • Ougi Dark
11. Zoku Owarimonogatari

Anime ini memiliki memiliki jumlah 6 episode dengan 1 arc, yaitu Koyomi Reverse.

Itulah sedikit penjelasan arc yang muncul di seri anime Monogatari Series. Seperti yang sudah saya nyatakan di atas, anime Monogatari Series bisa diurutkan dengan dua cara, yaitu:

Menurut Tanggal Rilis
  1. Bakemonogatari
  2. Nisemonogatari
  3. Nekomonogatari: Kuro
  4. Monogatari Series: Second Season
  5. Hanamonogatari
  6. Tsukimonogatari
  7. Owarimonogatari
  8. Koyomimonogatari
  9. Kizumonogatari
  10. Owarimonogatari 2nd Season
  11. Zoku Owarimonogatari
Menurut Kronologi Cerita
  1. Kizumonogatari
  2. Nekomonogatari: Kuro
  3. Bakemonogatari
  4. Nisemonogatari
  5. Monogatari Series: Second Season
  6. Tsukimonogatari
  7. Owarimonogatari
  8. Koyomimonogatari (2 episode terakhir)
  9. Owarimonogatari 2nd Season
  10. Zoku Owarimonogatari
  11. Hanamonogatari
Arc Koyomi Reverse pada anime Zoku Owarimonogatari merupakan cerita terakhir dari Monogatari Series Final Season. Pada Light Novelnya sendiri, masih ada Off Season yang memiliki 4 arc (Orokamonogatari, Wazamonogatari, Nademonogatari, Musubimonogatari) dan Monster Season yang memiliki 5 arc (Shinobumonogatari, Yoimonogatari, Amarimonogatari, Ougimonogatari, Shinomonogatari) yang belum mendapatkan adaptasi anime. Untuk adaptasi anime Monogatari Series Off Season dan Monster Season pun belum tahu akan dibuat atau tidak, tapi semoga saja dibuat.

15 Januari 2017

Definisi, Sejarah, Pendidikan, dan Pekerjaan Seiyuu


Di balik suksesnya sebuah anime, tak luput kontribusi dari seorang seiyuu yang turut serta di dalamnya. Tanpa ada seiyuu, anime hanyalah sebuah gambar bergerak yang memiliki cerita dan efek suara. Peran seiyuu juga sangat penting untuk memunculkan emosi dari sebuah karakter. Karena itu, kali ini saya akan membahas tentang sebuah pekerjaan yang sangat penting dalam dunia animasi Jepang dan juga akan menjadi artikel pembuka sebelum membahas tentang para seiyuu.

Seiyuu (声優) adalah sebutan untuk pengisi atau aktor suara di Jepang. Kata "seiyuu" terbagi dari dua huruf kanji, yaitu "sei" () yang bisa dibaca "koe" yang berarti "suara" dan "yuu" () yang berasal dari kata "haiyuu" (俳優) yang berarti aktor/aktris. Seiyuu pada umumnya bertugas untuk mengisi suara dari sebuah karakter di dalam sebuah anime, video game, dan lain-lainnya.

Sejarah Seiyuu

Sejarah dunia seiyuu di Jepang bermula dengan mengudaranya stasiun radio Biro Penyiaran Tokyo (NHK) pada tahun 1925. Pada tahun tersebut, ada 12 siswa yang terpilih untuk bersandiwara di radio. Setelah lulus, mereka terpilih menjadi "seiyuu" generasi pertama dan surat kabar di Jepang menyebut mereka sebagai radio yakusha yang berarti aktor radio.

Menurut data yang saya dapat, Tokusaburou Kobayashi yang saat itu menjadi wartawan dari Yomiuri Shinbun adalah orang pertama yang menciptakan istilah "seiyuu". Sebelum ada televisi, istilah "seiyuu" hanya digunakan untuk pemain sandiwara radio dari stasiun-stasiun radio Jepang. Namun setelah dimulainya era televisi, istilah tersebut lebih umum dipakai untuk aktor yang melakukan sulih suara (dubbing) atau mengisi suara pada anime.

Pada tahun 1933, animasi berbentuk film bersuara muncul untuk pertama kalinya yang berjudul Chikara to Onna no yononaka. Animasi tersebut memiliki durasi pendek dan diisi oleh pengisi suara yang merupakan aktor terkenal.

Pendidikan Seiyuu


Untuk lulusan Sekolah Menengah Atas, bila berminat untuk menjadi seiyuu di Jepang, bisa mengikuti kuliah pada jurusan drama yang diadakan di akademi, universitas, atau sekolah kejuruan. Lama pendidikan untuk menjadi seiyuu kira-kira satu tahun lebih (minimal 800 jam pelajaran) bila di lembaga pendidikan yang memiliki akreditasi yang bagus.

Kurikulum di sekolah kejuruan bersifat umum, mulai dari dasar akting hingga melakukan praktiknya. Calon seiyuu di sekolah kejuruan tidak hanya belajar di bidang khusus pengisi suara, tapi juga bisa belajar di bidang yang mendidik narator, penyiar, hingga staf produksi anime (untuk ini tergantung dari sekolah kejuruan yang memiliki jurusan tersebut atau tidak). Tidak seperti di akademi atau sekolah kejuruan, pada kursus swasta, pendidikannya tidak seberat yang ada di akademi dan sekolah kejuruan. Biaya untuk kursus swasta juga lebih murah dan tidak memerlukan ujian masuk untuk murid baru.


Untuk menjadi seiyuu, bisa juga tanpa memerlukan pendidikan dengan cara melamar langsung ke pusat pelatihan milik kelompok teater di Jepang. Tapi, untuk terpilih menjadi siswa harus mengikuti ujian masuk yang sangat kompetitif. Hal ini dikarenakan harus bersaing dengan para lulusan dari akademi maupun sekolah kejuruan. Bila bakat yang dimiliki kurang, sudah dipastikan akan tersisih oleh yang memiliki bakat berkat pengalaman pendidikan. Oleh karena itu, mau tidak mau harus mengambil pendidikan seiyuu di akademi dan sekolah kejuruan bila ingin menjadi seiyuu yang profesional.

Pekerjaan Seiyuu

Sebelum menentukan pemilihan pengisi suara untuk sebuah karakter pada anime yang sedang dalam proses pembuatan, para seiyuu harus melakukan audisi agar produser bisa memilih seiyuu yang cocok dengan karakteristik suara pada sebuah karakter tersebut. Seiyuu juga diharuskan untuk bisa memerankan karakter dari berbagai usia, laki-laki atau perempuan, bayi atau anak-anak, orang lanjut usia, hingga suara hewan dan benda seperti mesin.

Proses afureko
Proses pengisian suara pada anime biasa disebut afureko (after recording). Proses ini dilakukan dengan cara dialog direkam sambil melihat percakapan karakter yang tampil di layar. Ada juga proses pengisian suara yang disebut puresuko (pre-scoring), yaitu seiyuu merekam suara di depan layar yang kosong atau dengan gambar yang masih dalam bentuk sketsa dari anime yang sedang diproduksi. Untuk proses dubbing film impor, prosesnya disebut atereko (ateru recording, "ateru" memiliki arti "menempelkan"). Pada proses ini seiyuu harus menyesuaikan dialog dengan mengikuti gerakan bibir dari aktor di layar.

Proses rekaman untuk film cerita yang berdurasi 2 jam biasanya memakan waktu sekitar 7 hingga 8 jam. Pada proses rekaman suara untuk video game juga berbeda dengan perekaman pada anime atau film, karena rekaman suara pada video game berurutan sesuai jalan pada permainannya. Terkadang seorang seiyuu juga harus menjalani proses rekaman suara seorang diri tanpa adanya lawan dialog.

Calon seiyuu yang berolahraga menandakan bahwa pekerjaan seiyuu tidaklah mudah
Banyak seiyuu yang saat ini memiliki pekerjaan lainnya selain menjadi pengisi suara, yaitu ada yang merilis album sebagai penyanyi J-pop, penyiar radio, aktor drama Jepang, hingga model gravure. Mengapa banyak seiyuu yang melakukan hal itu? Hal ini mungkin disebabkan oleh beratnya persaingan yang ada di dalam dunia seiyuu. Saya juga pernah membaca artikel bahwa dari ratusan ribu orang yang ingin menjadi seiyuu, yang terpilih hanya ribuan, dan hanya ratusan yang bisa menjadi seiyuu profesional. Sangat berat, bukan?

24 Desember 2016

Mari Mengenal Tentang Manga, Light Novel, dan Visual Novel



Sudah banyak cerita dari sebuah anime yang merupakan hasil adaptasi dari sebuah manga, light novel, dan visual novel. Oleh karena itu, kali ini saya akan membuat artikel yang mendalami tentang 3 material atau bahan cerita tersebut untuk sebuah anime.

1. Manga

(Contoh Manga Shoujo yang berjudul Ao Haru Ride karya Sakisaka Io)

Manga (漫画) merupakan komik yang dibuat asli dari Jepang. Orang-orang di luar Jepang biasa menyebut manga sebagai komik Jepang. Sebutan untuk penggambar atau pengarang sebuah manga adalah Mangaka (漫画家).

Manga memiliki banyak genre seperti action, adventure, josei, romance, mystery, comedy, shounen, shoujo, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, di Jepang, manga dapat dibaca oleh orang dari segala usia. Sejak tahun 1950-an, manga sudah menjadi bagian industri untuk perekonomian Jepang. Setiap tahunnya saja mereka mampu meraup diatas 300 milyar yen.

Manga biasanya hanya memiliki 2 warna, yaitu hitam dan putih ditambah warna lainnya yang merupakan hasil dari screentone untuk memunculkan efek yang ada di dalam manga. Namun, ada juga manga yang sepenuhnya sudah diwarnai (full color). Kebanyakan sebuah manga dipublikasikan atau dijual dalam 1 volume atau chapter. Bila seri dari manga tersebut memiliki nilai jual yang bagus, maka mereka akan mengumpulkan semua volume yang ada di seri manga lalu dipublikasikan ulang dalam 1 buku, istilah ini biasa disebut tankōbon.

(Ilustrasi dari sebuah halaman di manga Bakuman)

Seorang Mangaka biasanya juga bekerja di sebuah studio kecil bersama beberapa asistennya dan memiliki hubungan dengan editor dari perusahaan penerbitan. Bila manga tersebut cukup populer atau memiliki nilai jual yang tinggi, maka ada kemungkinan bahwa seri manga tersebut akan diadaptasi menjadi anime, baik saat seri manga tersebut sudah tamat maupun saat proyeknya sedang berjalan.

2. Light Novel (Novel Ringan)

(Ilustrasi dari light novel berjudul Toaru Majutsu no Index karya Kazuma Kamachi)
Ya, dilihat dari namanya saja light novel itu sudah pasti diartikan sebagai novel ringan. Light novel adalah sebuah novel yang di dalamnya memiliki ilustrasi manga. Kata light novel termasuk dalam kategori wasei-eigo karena pencampuran 2 kata yang berasal dari bahasa Inggris. Di Jepang, light novel sering disebut ranobe (ラノベ) yang merupakan singkatan dari raito noberu (ライトノベル).

Seperti namanya (novel ringan), novel ini biasanya hanya memiliki maksimal sebanyak 200 halaman dengan jumlah 40.000-50.000 kata, berbeda dengan novel biasa yang sampai 400 halaman lebih. Light novel banyak ditargetkan kepada para remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Itu disebabkan karena banyak cerita dari light novel yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari seorang remaja yang masih di bangku sekolah menengah.

Ilustrasi dari light novel genre fantasy dan harem berjudul Absolute Duo karya Hiiragi Takumi
Light novel juga sudah banyak diadaptasi menjadi anime, manga, dan film live-action. Untuk Anime yang diadaptasi dari light novel, entah mengapa akhir-akhir ini saya lebih sering melihat genre action dan fantasy dicampur dengan bumbu harem dan ecchi dibanding genre lainnya. Well, mereka mungkin menyukai fanservice yang bisa diimajinasikan para pembaca. So, no problem.

Light novel merupakan evolusi dari majalah roman picisan Jepang yang mulai diperkenalkan sejak tahun 1970-an. Sejak itu, majalah tersebut mulai menyisipkan beberapa ilustrasi ke dalam cerita. Semakin berkembangnya narasi, pada akhirnya majalah tersebut melakukan penyesuaian generasi dengan memasukkan ilustrasi yang penuh dengan gaya modern, yaitu untuk seri yang sukses akan dicetak dalam bentuk buku.

3. Visual Novel

Sebuah gameplay dari Visual Novel berjudul Steins;Gate
Visual Novel (ビジュアルノベル) merupakan jenis novel berformat game yang memiliki visual baik gambar maupun audio. Visual novel terkadang disebut juga sebagai interaksi fiksi yang dapat dimainkan di Komputer/Laptop dan game konsol PlayStation (PS3/PS4/PSP). Game ini menampilkan cerita novel yang dilengkapi dengan gambar yang segaya dengan gaya anime dan dilengkapi sebuah kolom percakapan yang diucapkan oleh karakter yang ada di game tersebut. Terkadang, setiap karakter memiliki efek suaranya masing-masing sehingga orang yang memainkan game tersebut seolah-olah merasa bahwa karakter yang ada di game tersebut hidup.

Di dalam visual novel juga memiliki beberapa alur cerita. Seorang pemain game tersebut harus memilih rute atau arah mana yang harus dituju agar mendapatkan sebuah ending yang memuaskan. Ya, kejelian memahami cerita juga cukup diperhatikan untuk jenis novel ini. Visual novel belakangan ini juga cukup banyak diadaptasi menjadi sebuah anime, contoh yang paling mencolok adalah anime Steins;Gate yang merupakan salah satu anime terbaik sepanjang masa.

Ekspresi kalian ketika bermain visual novel 18+
Tidak sedikit juga visual novel yang memiliki rating 18+, bahkan sekarang bisa dibilang semakin banyak jumlahnya. Visual novel jenis ini biasa disebut eroge alias Erotic Game di mana pada game ini memiliki konten seksual. Visual novel R-18 juga cukup banyak diadaptasi menjadi anime yang genrenya disukai oleh kalian, yaitu hentai.

Sekian untuk pembahasan dari Manga, Light Novel, dan Visual Novel kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat.

Mengenal Anime beserta Jenis-jenisnya

Sebagai artikel pertama yang akan diposting, ada baiknya saya membahas tentang anime terlebih dahulu sebelum memulai artikel lainnya.



Anime (アニメ) adalah singkatan dari animeeshon (アニメーション) yang merupakan sebuah kata serapan dari bahasa Inggris, yaitu animation. Anime bisa diartikan sebagai sebuah animasi yang dibuat di Jepang baik menggunakan gambar tangan maupun teknologi komputer. Gaya penggambaran animasi Jepang juga memiliki khas dibanding animasi dari negara lainnya. Ya, bisa dibilang penggambaran anime dipengaruhi dari style penggambaran manga.

Sebuah anime biasanya diadaptasi dari manga, web novel, light novel, dan visual novel. Namun ada juga anime yang dibuat secara original alias tanpa ada bahan cerita yang sudah dibuat atau dipublikasikan.

Anime juga memiliki banyak jenis produksinya. Berikut adalah jenis-jenis dari anime:

1. TV Series

Anime TV Series adalah anime yang ditayangkan di TV dengan jadwal penayangan yang sudah ditentukan. Dalam anime TV Series biasanya berdurasi 24 menit per-episode. Namun ada juga anime yang berdurasi pendek 10 menit hingga sependek-pendeknya 3 menit. Entah apa yang dirasa menonton anime sependek itu.

Di atas tadi sudah ada pernyataan bahwa anime TV Series ini memiliki jadwal yang sudah ditentukan. Ya, jenis anime ini memiliki jadwal yang ditentukan secara per-musim. Anime TV Series terbagi menjadi 4 musim, yaitu winter, spring, summer, dan fall. Dalam satu tahun, tiap musim terbagi menjadi 3 bulan. Oleh karena itu, anime TV Series hanya memiliki maksimal 13 episode tiap musimnya. Namun, apabila anime tersebut sudah ditentukan akan menayangkan lebih dari 13 episode, maka anime tersebut akan memulai cour kedua dan seterusnya.

2. OVA

OVA adalah singkatan dari Original Video Animation yang merupakan anime yang dipublikasikan langsung dalam berbentuk video tanpa adanya penyiaran di televisi terlebih dahulu. Kadang, OVA juga merupakan cerita tambahan atau lanjutan dari sebuah anime TV Series, namun ada juga yang berasal dari cerita original. OVA biasanya sebanyak-banyaknya memiliki 8 episode dan sedikitnya 1 episode. Namun ada juga OVA yang sampai ratusan episode, yaitu anime Ginga Eiyuu Densetsu yang memiliki jumlah 110 episode.

3. OAD

OAD adalah singkatan dari Original Animation DVD. OAD agak berbeda dengan OVA, jika OVA memiliki penayangan secara publik, maka OAD dipublikasikan dengan cara menjual anime tersebut dalam sebuah kepingan CD.

4. ONA

ONA adalah singkatan dari Original Net Animation, yang berarti anime ini dipublikasikan atau ditayangkan secara streaming di sebuah situs internet.

5. Special

Anime Special adalah episode tambahan dari sebuah anime TV Series. Biasanya anime Special tidak berkaitan dengan alur cerita aslinya.

6. Movie

Anime Movie adalah anime yang hanya memiliki penayangan di bioskop. Anime movie memiliki kualitas penggambaran yang lebih bagus dibanding anime jenis lainnya dan cenderung memakan budget yang cukup banyak untuk memproduksinya. Namun, keuntungan dari anime movie juga cukup tinggi, contohnya anime Kimi no Na wa yang sukses meraup belasan milyar yen. Anime Movie juga dapat ditonton di komputer atau pemutar video lainnya dengan cara membeli atau mengunduh BD-nya. Biasanya perilisan BD paling cepat 6 bulan setelah penayangan perdananya.